
Tokoh idola bagi seorang anak merupakan hal yang sangat didambakan sekali. Anak-anak selalu mencari dan mencari terus siapa saja yang dapat ditiru atau dijadikan idolanya.
Jika anak-anak sering melihat tayangan adegan saling menyerang, memukul, dan menembak, maka besoknya ia ingin membeli pistol untuk bermain tembak-tembakan.
Jika anak-anak sering melihat tayangan kehebatan dan keperkasaan Superman, Batman, atau Spiderman, maka besoknya ia akan melilitkan kain dibelakang tubuhnya ingin bisa terbang seperti Superman.
Jika anak-anak sering melihat tayangan kekerasan, kesombongan, dan kemewahan maka besoknya akan terbentuk pola pikir yang serupa dengan tayangan tersebut.
Anak-anak memang makhluk yang suka dan mudah untuk meniru siapa saja yang dia ingini setelah dia merasakan, mendengar dan melihat secara langsung. Apalagi hidup di alam informasi yang semakin terbuka dan bebas didapatkan dengan media apapun.
Maka peran keluarga sangatlah penting untuk membimbing dan mengarahkan mereka. Tidak salah memang anak-anak mengidolakan tokoh heroik, bintang film atau yang lain, namun yang tidak kalah penting adalah peran orang tua yang sangat dominan sekali untuk membentuk karakter mereka.
Mari, bersama-sama melihat tingkah pola mereka, sambil berlari-lari kecil mereka bergembira….

Pak, Bapak…, saya jadi Petruk… (ya…ya…ya…)

Padhe, Pakdhe…, saya jadi Gareng… (ya…ya…ya…)

Paklik, Paklik …, saya jadi Semar … (ya…ya…ya…)

Pakdhe, Padhe…, saya jadi Bagong … (ya…ya…ya…)
Akhirnya, begitulah yang namanya anak-anak, mereka sudah menemukan tokoh idolanya masing-masing, bahkan sangat dekat sekali dihati mereka…
Salam dari kota kretek…